Rin Mouri

Haii.. MuDah-mudahan apa yang kamu cari ada disini.. Teng_Q 4 Visits...

18 Juli 2009

SISTEM PEREDARAN DARAH

Pembuluh dan Aliran Vena

Tekanan Vena

Biasanya sangat rendah dan pada daerah vena kava hanya 4-5 mmHg. Di daerah atrium kanan, dalam keadaan normal 2-4 mmHg, dan kadang-kadang mencapai -4 sampai
-7 mmHg pada keadaan inspirasi.

Gelombang (denyut) vena

Terjadi karena perubahan tekanan dan volume yang dapat dilihat dengan pencatatan elektronik yang peka karena perubahan tekanan, dapat diamati pada jugularis leher. Kurva denyut vena seringkali dicatat pada vena jugularis eksterna dengan cara non invasif.

Kecepatan aliran darah vena

Pada keadaan normal, aliran darah vena dan vena kecil kontinu. Sedangkan pada vena sedang dan besar terjadi fluktuasi (naik turun) aliran darah balik. Aliran darah vena terjadi karena efek pompa jantung, tekanan negative rongga toraks, kontraksi otot rangka, adanya katup-katup vena pada pembuluh darah vena di bagian bawah jantung. Pada dasarnya perubahan tekanan darah vena akibat pengaruh gravitasi sama dengan pada arteri.

Mikrosirkulasi

Tempat pertukaran zat antara cairan intravaskuler dan ekstravaskuler (interstisial)adalah kapiler. Factor yang memengaruhi pertukaran zat dalam kapiler kecuali dinding kapiler adalah artiole dan venolus karena dapat mengatur junlah dan kecepatan aliran darah. Rangkaian arteriole, kapiler,venolus disebut mikrosirkulasi atau terminal vasculaer bed. Perubahan tekanan hidrostatik kapiler, dan aliran kapiler limfe dapat memengaruhi filtrasi dan absorbsi berbagai zat melalui dinding kapiler.

Aliran laminar

Artinya kecepatan aliran di bagian tengah dan bagian tepi atau perifer yang dekat dengan permukaan bagian dalam dinding arteri adalah sama. Aliran bersifat sejajar yang konsentris kea rah yang sama.
Suatu aliran darah dalam arteri yang mengalir ke segala arah disebut aliran turbulen. Keadaan ini terjadi ketika pembuluh darah mengalami sumbatan, vasokontriksi atau permukaan endotel kasar dan arteri bercabang. Bila darah mengalir dalam kecepatan tetap melalui pembuluh darah yang panjang dan licin, darah mengalir dalam aliran dengan jarak yang sama dari dinding dan darah berada pada bagian tengah pembuluh, disebut dengan aliran laminar.
Kecepatan aliran darah di bagian tengah dan bagian tepi atau perifer adalah sama. Aliran bersifat sejajar yang konsentris dengan arah yang sama. Jika dijumpai suatu aliran darah dalam arteri yang mengarah ke segala jurusan sehingga memberikan gambarab aliran tidak lancar,keadaan ini dapat terjadi pada darah yang mengalir pada bagian pembuuh darah yang mengalami sumbatan atau vasokontriksi.


Tekanan Darah

Tekanan darah arteri

Kekuatan tekanan darah ke dinding pembuluh darah yang menampung, mengakibatkan tekanan ini berubah-ubah pada setiap siklus jantung. Pada saat ventrikel kiri memaksa darah masuk ke aorta, tekanan naik sampai puncak yang disebut tekanan sistolik. Pada waktu tekanan turun sampai mencapai titik terendah yang disebut tekanan diastole.

Mengukur tekanan darah arteri

Dapat dilakukan dengan menggunakan alat Sfigmomanometer dan stetoskop yang dilakukan pada arteri brakialis di lekuk siku yang bisa teraba dengan jelas. Bunyi jantung dapat diketahui dengan mendengarkan pukulan pada arteri brakialis, tempat bunyi pertama sebagai tekanan antara systole dan diastole.

Faktor – faktor yang mempertahankan tekanan darah :
1. Kekuatan jantung yang memompakan darah, membuat tekanan yang dilakukan jantung sehingga darah bias beredar ke seluruh tubuh dan darah dapat kembali lagi ke jantung.
2. Viskositas (kekentalan) darah, disebabkan oleh protein plasma dan jumlah sel darah yang beredar dalam aliran darah.
3. elastisitas dinding aliran darah. Didalam arteri tekanan darah lebih besar daripada di daam vena sebab otot yang membungkus artei lebih elastis daripada vena.
4. Tahanan tepi. Tahanan yang dikeluarkan oleh darah mengalir dalam pembuluh darah dalam sirkulasi darah besar yang berada pada arterial. Turunnya tekanan menyebabkan denyut pada kapiler dan vena tidak teraba.

Kecepatan aliran darah

Kecepatan aliran darah bergantung pada ukuran palung dari pembuluh darah. Darah dalam aorta bergerak cepat, dalam arteri kecepatan berkurang dan sangat lambat pada kapiler. Tekanan dapat diketahui ketika darah kembali mencapai pembuluh darah vena yang lebih besar dekat dengan jantung.
Factor lain yang membantu aliran darah ke jantung meliputi gerakan otot kerangka mengeluarkan tekanan di atas vena, gerakan yang dihasilkan pernapasan dengan naik turunnya diafragma yang bekerja sebagai pompa, isapan yang dikeluarkan oleh atrium kosong sewaktu diastole menarik darah dari vena, dan tekanan darah arterial mendorong darah maju.
Selisih antara tekanan sistolik dan diastolic disebut tekanan nadi. Misalnya tekanan sistolik 120mmHg dan tekanan diastolk 80 mmHg maka tekanan nadi sama dengan 40 mmHg. Tekanan darah umumnya tidak selalu tetap berubah dari waktu ke waktu sesuai dengan keadaan kesehatan. Tekanan nadi juga akan berubah selaras dengan perubahan tekanan darah seseorang.
Perubahan tekanan nadi dipengaruhi oleh factor yang memengaruhi tekanan darah, misalnya pengaruh usia dan penyakit arteriosclerosis. Pada keadaan arteriosclerosis, elastisitas pembuluh darah berkurang dan bahkan menghilang sama sekali, sehingga tekanan nadi meningkat.


Tekanan darah dan pengendaliannya

Tekanan darah sangat penting dalam system sirkulasi darah dan selalu diperlukan untuk daya dorong yang mengalirkan darah dalam arteri, arteriola, kapiler dan system vena sehingga terbentuk aliran darah yang menetap.
Jantung bekerja sebagai pemompa darah dapat memindahkan darah dari pembuluh vena ke pembuluh arteri. Pada system siskulasi tertutup, aktivitas pompa jantung berlangsung dengan cara mengadakan kontraksi dan relaksasi sehingga menimbulkan perubahan tekanan darah dalam system sirkulasi. pada arteri sampai puncaknya sekitar 120 mmHg, tekanan ini disebut tekanan systole. Tekanan ini menyebabkan aorta mengalami distensi sehingga tekanan didalamya turun sedikit.
Pada saat diastole ventrikel, tekanan aorta cenderung menurun sampai dengan 80 mmHg. Tekanan ini dalam pemeriksaan disebut tekanan diastolic. Dengan adanya perubahan siklus jantung inilah yang menyebabkan terjadinya aliran darah dalam system sirkulasi tertutup pada tubuh manusia.

Pusat pengawasan dan pengaturan perubahan tekanan darah:
1. Sistem saraf yang terdiri dari pusat – pusat yang terdapat di batang otak, misalnya pusat vasomotorik dan di luar susunan saraf pusat misalnya baroreseptor dan sistemik.
2. Sistem humoral atau kimia yang berlangsung local atau sistemik, misalnya renin-angiotensin, vasopressin, epinefrin, asetilkolin, serotonin, adenosine dan kalsium, magnesium, hydrogen, kalium dan sebagainya.
3. Sistem hemodinamik lebih banyak dipengaruhi oleh volume darah, susunan kapiler, perubahan tekanan isotonic dan hidrostatik bagian luar dan dalam system vaskuler.

Pusat vasomotor

Pusat pengendalian tekanan darah yang terdapat pada dua per tiga proksimal medulla oblongata dan sepertiga distal pons. Pusat vasomotor ini bertanggung jawab atas vasokontriksi pembuluh darah dan peningkatan frekuensi denyut jantung dan selalu berdenyut otomatis karena sel – selnya memiliki potensial iistirahat yang labil dan impuls atau rangsangan terjadi dikirim melalui saraf medulla spinalis dan melalui saraf simpatis menuju organ yang dipeliharanya seperti jantung dan pembuluh darah.
Pusat vasokontriksi terdapat secara bilateral pada dua per tiga proksimal medulla oblongata dan sepertiga distal pons. Sedangkan di bagian medial dan distal medulla oblongata terdapat pusat vasodilasator (inhibitor) yang mampu menghambat impuls vasokonstriktor dan efeknya menyebabkan dilatasi pembuluh darah. Kedua pusat tersebut saling memengaruhi kontraktilitas miokardium, isi akhir daiastolik dan pacu jantung, di lain pihak mampu memelihara tahanan perifer total agar tetap berada pada batas normal.

Refleks vaskuler melalui pusat vasomotor

Serabut saraf aferen menuju pusat vasomotor berasal dari baroreseptor (rangsangan ujung saraf) arteri dan kemoreseptor (rangsangan zat kimia) aorta dan karotis dari korteks serebri terutama daerah limbic yang melewati hipotalamus dan mensefalon dari aferen vagus paru-paru yang berasal dari rangsangan reseptor nyeri kulit atau visera. Rangsangan pada pusat vasomotor dapat terjadi secara langsung seperti penurunan kadar oksigen darah dan peningkatan karbon dioksida darah karena berbagai rangsangan pusat vasomotor.

Presoreseptor dan kemoreseptor

Aktivitas pusat vasomotor yang otomatis dapat dihambat oleh adanya rangsangan yang datang dari presoreseptor dan kemoreseptor dengan mekanisme yang berbeda. Rangsangan yang dikirim oleh presoreseptor (ujung saraf yang peka terhadap rangsangan motorik) menyebabkan aktivitas vasokonstriktor dan kardioakselerator sehingga umpan balik yang dikirim ke pysat vasomotor dapat bersifat negative atau positif. Di dalam pembuluh darah reseptor tekanan tersebut terdapat dalam lapisan adventisia sedangkan pada sinus karotikus dan aortikus reseptor tersebut terletak di lapisan media karena reseptot tersebut baru terangasang bila terdapat kenaikan tekanan darah.
Kemoreseptor terdapat di sinus karotikus dan baru terangsang apabila terdapat perubahan kimia darah, seperti rendahnya kadar oksigen plasma, meningkatnya ion hydrogen, menurunnya pH plasma darah, atau meningkatnya kadar karbon dioksida.

Hipotalamus

Berperan dalam mengatur emosi dan tingkah laku yang berhubungan dengan pengaturan kardiovaskuler. Rangsangan pada hipotalamus anterior menyebabkan penurunan tekanan darah dan bradikardia, sedangkan Rangsangan pada hipotalamus posterior menyebabkan peningkatan tekanan darah dan takikardia.
Hipotalamus dapat mengatur keseimbangan suhu tubuh dengan memengaruhi pembuluh darah kulit, pendinginan kulit, atau hipotalamus dapat menimbulkan vasokonstriksi pembuluh darah kulit. Sedangkan pemanasan dapat menimbulkan vasodilatasi pembuluh darah kulit untuk meningkatkan pelepasan panas.


Serebrum

Daerah korteks serebri khususnya perangsangan area motorik, dapat memengaruhi tekanan darah berupa penurunan respon presor; sedangkan vasodilatasi dan respon depressor meningkat.

Reseptor nyeri

Rasa nyeri dapat merangsang area presor dan depressor pusat vasomotor bergantung pada intensitas dan local stimulus. Rasa nyeri yang hebat dan lama dapat pula menimbulkan vasodilatasi dan penurunan kesadaran (pingsan).

Refleks pulmonal

Inflasi paru akan menimbulkan vasodilatasi sistemik dan penurunan tekanan darah arteri. Sebaliknya kolaps paru akan menimbulkan vasokonstriksi sistemik.


Sistem humoral (kimia)

Pengaturan tekanan darah dapat terjadi dengan memengaruhi factor yang menjadi komponen tekanan darah seperti curah jantung dengan segala factor yang memengaruhinya dan tahanan perifer total dengan segala factor yang memengaruhi. Pengendalian tekanan darah secara humoral atau cairan kimia adalah pengendalian tekanan darah yang diperankan oleh bahan seperti hormon, antara lain: vasopressin, kortikosteroid, rennin-angiostensin, epinefrin, norepinefrin, bradikinin, serotonin, dan ion-ion yang terdapat di dalam cairan tubuh misalnya bahan elektrolit local (ion kalsium) yang memiliki kemampuan rangsangan vasokonstriksi arteriola.
Ion kalsium dan magnesium jika terdapat kelebihan kadarnya di dalam cairan tubuh akan menimbulkan vasodilatasi arteriola. Ion ini dapat menghambat mekanisme kontraksi otot polos arteriola. Adapun ion natrium dan asam dapat menyebabkan vasodilatasi arteriola melalui mekanisme tidak langsung dengan meningkatkan nilai osmolaritas cairan tubuh. Secara umum bahan kimia yang memengaruhi tekanan darah pada sistem tahanan total seperti bradikinin, histamine, serotonin, menyebabkan pertambahan radius pada penampang pembuluh darah arteriola. Sedangkan angiostensin, prostaglandin, Dan vasopressin menyebabkan pengurangan radius arteriola. Tetapi bahan seperti epinefrin, norepinefrin, angiostensin, vasopressin, kalsium, dan kalium dapat memengaruhi tekanan darah melalui efek pada efek jantung ataupun pembuluh darah.

Peranan rennin-angiotensin

Pengendalian tekanan darah Secara lambat menggantikan posisi rileks saraf yang telah gagal menunaikan fungsi dalam pengendalian tekanan darah secara cepat. Proses ini berintegrasi dengan fungsi-fungsi organ yang terkait seperti kardiovaskuler dan ginjal, fungsi hormon yang lain seperti aldosteron pada saraf simpatis.
Pengendalian tekanan darah dilakukan oleh renin-angiostensin, diawali dengan disekresinya bahan renin oleh glomerular. Sel yang terdapat pada dinding arteriola aferen yang mengadakan penyatuan dengan macula densa (penebalan tubulus kontortus) bersentuhan dengan arterial aferen sebelum masuk ke dalam glomerulus dinding tubulus distalis.


Sistem hemodinamik

Pengaturan tekanan darah lebih cenderung diperankan oleh perubahan tekanan osmotik dan tekanan hidrostatik baik intravaskuler maupun ekstravaskuler. Peran utama dilakukan oleh kadar natrium yang secara langsung memengaruhi nilai osmotik cairan sehingga akan memengaruhi proses sekresi aldosteron atau hormon antidiuretik dan selanjutnya hormon tersebut akan memengaruhi volume darah dan tekanan darah.
Perubahan tekanan osmotik dan hidrostatik tersebut juga memengaruhi tekanan darah. Pengaruh langsung peningkatan volume darah oleh suatu tindakan pemberian cairan intravena pada peristiwa perdarahan mampu mempertahankan tekanan darah dalam batas-batas normal. Sistem hemodinamik dalam mengatur tekanan darah diperankan oleh adanya perubahan tekanan osmotik dan tekanan hidrostatik, baik intravaskuler maupun ekstra vaskuler. Peran utama kadar natrium secara langsung memengaruhi nilai osmotik cairan, sehingga memengaruhi proses sekresi aldosteron dan hormon antidiuretik. Selanjutnya kedua hormon ini akan memengaruhi volume darah dan tekanan darah.

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda